menyebar virus alfabetik kala gerhana  

Posted by koelit ketjil in

~kepada Penyair Kalbu~


lalu ilalang merunduk
seketika angin menampar ujung tombaknya
sekedar memperingatkan
jangan menantang langit

lalu gemawan buyar
seketika angin mendobrak pekatnya
bulan kali ini menjadi primadona
dalam hampar semesta

lalu mentari menyeruak
merubah alur rotasi
bertambah tangguh
kedengkiannya tutupi paras rembulan

lalu menangislah langit
melihat mentari dan rembulan
derainya basahi ribuan kepala
menyebar virus alfabetik


-Kota S, 021209-
being provocated softly by Gerhana di wajahmu (Penyair Kalbu)

Bahkan ”Z” jarang sekali kugunakan  

Posted by koelit ketjil in


Tiga puluh menit dua puluh tiga detik!

Tarianku terhenti di antara huruf alfabetik

Terpaku oleh kata, terpasung pada semantik

Bunga ide kembali kuncup kala realita bertahta

Binasa sudah gelora semangat tandas tanpa sisa


Kupunguti mereka yang terserak dari kulit kepalaku

Serupa ketombe! Ada ”M”, ada juga ”P”, ”G”, ”R”, ”W”, ”S”, ”Z”

Akan kuapakan konsonan ini!

Bahkan ”Z” jarang sekali kugunakan


Kemudian muncul ”jelaga”, ”prasasti”,”nirmala”, .......

Lantas mengapa harus kucari padanan kata?

Berpikir keras untuk mencari rima

Sialan! Untuk apa??


Tiba-tiba saja hadir Wiji Thukul, berteriak;

apa yang berharga dari puisiku // kalau ibu dijiret utang?” *


Masih kupandangi mereka yang terserak

Akan kuapakan mereka?

Bisakah kumpulan alfabetik tak berbentuk ini kutukar beras?

Atau berubah wujud menjadi nikotin dan kafein?

Kupunguti mereka yang terserak

Kusebar kala angin bergemuruh

Melayang bebas serupa gerombolan virus

Virus alfabetik!


- Desa Kaloran Hajah Zaenab, 15 Maret 2009-



*kutipan dari; Apa yang berharga dari puisiku...Wiji Thukul

Duka Gaza  

Posted by koelit ketjil in



TUHAN KAWAN TUAN


Tuhan…di puing ini kami berkeping-keping

Tuhan…di tanah harapan ini kami berdarah

Tuhan… di negeri sengketa ini kami menderita

Tuhan…di dunia ini kami berdoa


Tuhan bolehkah aku meminta agar aku tuli?

Aku tak kuat mendengar dentum dan jerit

Tuhan kabulkan doaku, butakan mataku

Aku tak ingin melihat Abah dan Ummi sekarat


Kawan, kuyakin kalian tak buta

Tapi aku ingin buta saat ini

Kawan, aku yakin kalian tidak tuli

Tolong doakan aku agar Tuhan tulikan aku

Tuan, aku paham kau kuat

Bahkan lengan kecil ini tak mampu lontarkan batu rapuh

Tuan, tak kuragukan kekuasaanmu


Tapi tuan pernah berpuasa dari nafsumu?


Benarkah Tuhan Kawan Tuan??


-Banten 9 Januari 2009, Hanya bisa menangis untuk Gaza-





Harapan Bocah Gaza


Seorang bocah bertudung merah berdarah

Berlari tak peduli dentuman

Tak peduli tudung terkoyak

Tak beralas kaki penuh luka..penuh darah


Ledakan mortir tak surutkan lajunya

Sedikit berkelit hindari desing peluru

Tak perlu berlindung ketika rudal melesat

Matanya tajam nanar menatap kedepan, berlari menuju harapan


Seorang bocah bertudung merah berkaki kecil

Terus berlari tajamkan mata, tutup telinga

menerobos asap hitam buncahkan darah saudaranya

Harapan hidupnya berada di garis perbatasan


Berlari tak peduli dentuman

Matanya tajam.. berlari menuju harapan

Kali ini tubuhnya melemah tersangkut kawat berduri

Diseberang gerbang harapan hanya membisu, menatap tubuh bocah bertudung merah berdarah…darah…


-Banten 7 Januari 2009, saat berita bantuan kemanusiaan terhambat di perbatasan Mesir-